Bab 1: Kenapa Banyak Orang Gagal Move On?
Move on itu gampang diucapin, tapi seringkali jadi proses paling ribet dalam hidup seseorang. Ada yang sudah bertahun-tahun masih kepikiran mantan, ada yang tiap lihat foto lama langsung baper, bahkan ada yang sampai takut membuka hati lagi. Padahal, kalau dipikir-pikir, move on bukan hanya soal melupakan orang, tapi soal berdamai dengan diri sendiri. Di bab pertama ini, kita akan bahas kenapa banyak orang gagal move on. Apa sih yang bikin susah banget buat melepaskan seseorang yang jelas-jelas sudah jadi masa lalu? Yuk kita kupas satu per satu.
Banyak orang gagal move on karena punya definisi cinta yang keliru. Misalnya:
Menganggap cinta itu harus selamanya.
Menganggap tanpa dia, hidup nggak ada artinya.
Menganggap kehilangan berarti hidup sudah “rusak.”
Padahal, cinta itu bukan soal memiliki selamanya, tapi soal perjalanan. Kalau kita berpikir bahwa mantan adalah “segala-galanya,” wajar banget kalau akhirnya susah move on. Kita terjebak pada pola pikir kalau hidup = dia. Kesalahan ini bikin banyak orang nggak bisa menerima kenyataan bahwa hubungan berakhir. Mereka terus membandingkan hari ini dengan masa lalu.
Move on gagal biasanya karena orang masih tinggal di masa lalu.
Masih sering stalking mantan.
Masih simpan foto-foto lama.
Masih dengerin lagu favorit berdua.
Masih berharap dia bakal balik.
Semua kebiasaan itu seperti membuka luka yang sudah mulai kering. Gimana mau sembuh kalau tiap hari diusap lagi? Ingat, masa lalu itu nggak bisa diulang. Kalau kamu masih hidup di situ, berarti kamu menolak kenyataan. Dan penolakan adalah musuh utama dalam proses move on.
Ada juga orang yang gagal move on karena masalah lama. Misalnya:
Trauma dari penolakan sebelumnya.
Rasa minder dan nggak percaya diri.
Butuh validasi dari orang lain untuk merasa berharga.